Senin, 21 Januari 2013

Menanti Lamaran

Matahari bersinar cerah pagi ini. Seperti biasa, setiap keluar dari rumah aku selalu melewati rumah bergaya sederhana dan bercat putih itu. Rumah itu tampak selalu bersih dan asri dengan banyaknya tanaman yang juga selalu terlihat tertata apik. 

Satu hal yang selalu tidak pernah absen dari pandanganku adalah setiap melewati rumah itu, selalu ada seorang wanita yang kira-kira berusia setengah baya di sana. Duduk manis dengan pakaian rapi dan selalu terlihat cantik. Satu hal yang selalu membuatku penasaran adalah dia selalu terlihat seperti menanti seseorang. Entahlah, itu mungkin hanya perkiraanku saja.

Di suatu sore, entah mengapa kebetulan mampir ke sebuah warung yang kebetulan berada tepat di seberang rumah tersebut. Dan entah ada angin apa yang membuatku bertanya pada ibu penjaga warung itu perihal wanita cantik yang selalu terlihat duduk manis di depan rumah itu.

"Bu itu mbak-mbak yang duduk di depan itu kok setiap hari selalu duduk di situ ya bu?" tanyaku pada ibu pemilik warung.

"Ya iyalah neng, wong itu rumahnya. Tapi kesian itu non Nina itu neng" jawab si ibu. Aku hanya bisa  menebak, mungkin nama wanita itu adalah Nina di dalam hati.

"Kesian kenapa bu?" tanyaku penasaran.

"Iya neng, dari tiga tahun yang lalu ya gitu terus kalo pagi sampai sore. Duduk di situ aja dianya" jawab ibu itu lagi.

"Kok gitu bu?" tanyaku lagi.

"Dulunya neng Nina itu udah mau dilamar sama pacarnya, tapi tau-tau waktu hari lamaran itu taunya pacarnya itu malah membatalkan lamarannya neng. Dari saat itu, ya neng Nina gitu terus neng. Mungkin dia ngiranya pacarnya itu bakal datang besoknya.Ya gitu terus neng sampai sekarang. Kasian ya neng. Padahal neng Nina itu cantik gitu orangnya" jawab si ibu itu.

Aku hanya menanggapi jawaban itu dengan senyum iba. Setelah selesai membayar aku pun segera melanjutkan perjalanan sambil tak lupa memandangi wanita yang sepertinya bernama Nina itu. Pertanyaanku selama ini memang sudah terjawab, tetapi jawaban itu bukannya membuatku puas malah menimbulkan banyak pertanyaan baru di benakku. Neng Nina, seberapa istimewakah pangeranmu itu?



...........................................


Cerita ini dibuat untuk meramaikan project #13HariNgeblogFF hari ke-9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar