Rabu, 23 Januari 2013

Jangan Kemana-mana, di Hatiku Saja

Tuan hujan datang sekitar 5 menit yang lalu. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk mengirimu pesan rindu. Aku langsung menuju meja belajarku dan menyalakan laptop tua kesayanganku. Seperti biasa, hujan selalu mengingatkanku padamu. Karena seperti janji kita, tuan hujan adalah media pengantar rindu kita. Aku pun mulai mengetik pesan rinduku untukmu.

Pangeran Cahaya, selamat sore. Entah kenapa hari ini aku ingin sekali melihatmu. Sepertinya sudah lama sekali wajah dengan senyuman hangat itu terakhir kali aku pandangi. Kamu, jangan sering-sering membagi senyum hangatmu itu pada orang lain ya...

Aku tahu, aku harus sabar menanti hati itu. Hari dimana kamu bisa datang kembali ke negeriku. Walau pun kamu jauh di sana, tetapi cuma satu yang aku minta. Kamu, jangan kemana-mana ya, tetap di hatiku saja. Satu permintaan ini saja bisa kau penuhi, aku pasti sangat senang sekali.

Pangeran cahaya, nanti jika tuan hujan datang ke negerimu jangan lupa tagih rindu yang kutitipkan padanya ya. Tapi jangan lupa gunakan payung atau jas hujanmu. Kamu kan pernah bilang akhir-akhir ini kesehatanmu sedikit memburuk. Makanya jangan hanya aku saja yang dinasehati untuk sering berolahraga. Kamu seharusnya nasehati dirimu sendiri dulu. Hahaha... kamu jangan marah ya, aku hanya bercanda. 

Pangeran, kamu baik-baik ya di sana. Tadi, aku sudah mengirimkan banyak paket rindu untukmu.

Tombol publish pun langsung kutekan di dashboard blogku. Hari ini, akhirnya aku bisa menuliskan surat lagi untuk pangeran cahaya setelah lama kehilangan inspirasi.



........oOo...........

Cerita ini dibuat untuk meramaikan project #13HariNgeblogFF hari ke-11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar